MENGENANG AKSI MEI 98

https://goo.gl/IWm2rM
SITUS RESMI BERITA TERKINI - Pada Mei 98 kita belum lupa tentang peristiwa pembakaran, penjarahan, pemerkosaan massal, sentimen ke etnis tertentu, penembakan mahasiswa hingga akhirnya jatuhnya Soeharto.

Kita sebagai saksi nyata bahwa beberapa nama tokoh yang saat itu dielu-elukan sebagai sosok reformis ternyata sekarang justru satu gerbong dengan yang saat itu ingin memberangus keberadaan etnis tertentu tersebut. Bahkan ada aktivis yang dulu diinjak kini malah jadi anak buah yang menginjak.

Pengerahan massa dan penggunaan sentimen agama atau isu SARA dan ada tunggangan dari pihak-pihak yang ingin berkuasa. Perbedaan sekarang dengan tahun 98 yaitu, pada tahun 98 sekelompok orang ingin melengserkan pemerintahan yang dipandang dzolim, sementara saat ini ada sekelompok orang yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sebetulnya sudah berjalan dengan benar.

Bahkan ada sekelompok orang yang rakus yang sudah berada di gerbong pemerintahan namun masih ikut ingin menggulingkan. Mengapa? Ambisi dan keserakahan. Ada dua sasaran tembak saat ini, yaitu Jokowi dan Ahok. Karena mereka membuat Indonesia mengalami perubahan yang sangat pesat. Banyak pembangunan dan kebijakan yang seharusnya bertahun-tahun lalu bisa dilakukan ternyata bisa terwujud sekarang.

Walaupun mereka sudah melakukan yang terbaik untuk negara ini, masih ada golongan masyarakat yang tidak suka dengan sepak terjang dua tokoh ini. Banyak mafia sampai rakyat kecil yang selama ini menggerogoti uang rakyat, mencari uang dengan cara melanggar hukum, memainkan proyek.

Mereka pikir itu rejeki yang lumrah, padahal yang namanya uang haram ya tetap haram apapun alasannya. Ahok yang menjadi sasaran tembak pertama. Bukan mulut Ahok yang kasar atau karena ucapannya sebetulnya, buktinya ada orang yang omongannya lebih kasar dan ucapannya menista saja banyak yang masih bebas dan tidak dipersoalkan. Namanya sudah menjadi target mereka maka apapun yang dilakukannya akan dicari kesalahannya.

Dan yang diarahkan sasaran selanjutnya adalah Presiden Jokowi. Pendukung jokowi yang umumnya juga pro Ahok dipaksa untuk dipecah belah pikirannya dengan isu-isu bahwa Jokowi tak memperjuangkan Ahok, Jokowi sengaja menumbalkan Ahok, Jokowi mencari suara. Nantinya mereka ingin agar ada tekanan massa juga ke Jokowi. Belum lagi ini berbarengan dengan meluncurkan isu baru bahwa Jokowi mengkriminalisasi ulama dan pembubaran HTI.

Strategi Eep Saefulloh Fatah untuk mengalahkan Ahok akan kembali lagi digunakan kali ini sasarannya ke Jokowi dengan isu kriminalisasi ulama dan pembubaran ormas Islam. Padahal ormas yang hendak dibubarkan itu di Arab Saudi saja dilarang, Bayangkan di negara yang jadi kiblat bagi Muslim Indonesia.

Kita memang tidak bisa lagi diam dan harus mulai berani berbicara dan menunjukkan kekuatan kita untuk membela NKRI dan orang-orang baik didalamnya. Waspadailah provokasi dan kendalikanlah emosi.
===========================================================================

Selamat Datang di Situs Terbesar Game Online Resmi Poker Domino Terpercaya

Dengan Minimal Deposit & Withdraw Rp. 25.000

https://goo.gl/IWm2rM
MARI GABUNG RASAKAN KEMENANGAN DI
WWW.PIALADOMINO.COM DAN NIKMATI BONUS ROLLINGAN & REFERRAL

CONTACT :
PIN BBM : 7B56E687
LINE : LINDACS888
WE-CHAT : LINDACS88
Facebook:   https://www.facebook.com/Piala-Domino-Online-Terpercaya-291137254672776

0 comments:

Post a Comment