Jika Resmi Jadi Gubernur, Djarot Akan Dapat Tunjangan Rp 2,5 Miliar Setiap Bulan


Situs Resmi Berita Terkini - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagi Gubernur DKI Jakarta pada Selasa 23 Mei 2017. Surat pengunduran diri Ahok ditujukan langsung kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dengan begitu, wakil Ahok, Djarot Saiful Hidayat akan menggantikan Ahok sebagai Gubernur DKI hingga masa jabatannya berakhir. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono mengatakan jika Djarot resmi menjabat sebagai Gubernur maka dia akan mendapat Biaya Penunjang Operasional gabungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur sekitar Rp 2,5 miliar setiap bulannya.

Dana tersebut digabungkan karena Ahok tidak lagi menjabat sebagai Gubernur DKI."Posisi enggak ada wakil, digabung satu. Jadi jauh lebih besar hampir dua kali lipat. Sekitar Rp 2,5 miliaranlah,'" ujar Sumarsono di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Meski begitu, Sumarsono mengatakan dana tersebut tidak hanya digunakan Djarot sendiri, tetapi juga untuk wali kota, sekretaris daerah (sekda), dan bupati. "Dana itu digunakan untuk berbagai acara foru, terima tamu dubes. Jadi bukan jatah hak individu seorang gubernur," ucap pria yang biasa disapa Soni itu.

Menurut Soni, laporan penggunaan dana itu akan ditulis secara rinci dan diaudit BPK, seperti bantuan ke warga penyandang difabel. "Laporan diaudit BPK, dikelola Pak Mawardi (Biro KDH) yang satu sifatnya bertanggung jawab secara total detail. Makanya Pak Ahok (saat masih menjabat gubernur) bisa nyumbang untuk yang cacat, sekolah, festival," kata dia.

===============================================================================


Ayo gabung dengan www.pokerv99.net dan nikmati Bonus Rollingan 0.5% dan Bonus Refferal 20%
Contact :
Pin BBM : 7BBCAB0B
LINE : POKERV99
WECHAT : POKERV99
HP / WhatsApp : +855-9666-97336
Link daftar : www.pokerv99.net
Facebook : https://www.facebook.com/SitusResmiPokerOnlineTerpercaya/

0 comments:

Post a Comment