Pembukaan Jalan Tol Akses Tanjung Priok


Situs Resmi Berita Terkini - Pembangunan jalan Tol Akses Tanjung Priok yang memakan waktu selama 8 tahun akhirnya telah mencapai puncaknya. Setelah dipastikan 100 persen selesai pembangunannya, maka pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017 telah dibuka dan diresmikan oleh bapak Presiden Joko Widodo.

Jalan tol layang yang memiliki panjang 11,4 kilometer ini, mulai dibangun pada tahun 2009. Namun, Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembicaraan masalah pembangunan tol ini sudah dilakukan sejak tahun 2000 dan baru bisa direalisasikan pada awal tahun 2009.

Jadi menurut Basuki butuh waktu sekitar 17 tahun untuk bisa menyelesaikan pembangunan jalan tol ini. Kemudian dia juga menambahkan, lamanya pembangunan jalan tol ini disebabkan dua faktor. Pertama, masalah pembebasan tanah yang tak kunjung selesai, dan kedua, karena pembongkaran tiang beton yang tidak memenuhi speksifikasi keamanan.


Jalan Tol Tanjung Priok yang bakalan dilewatin truk-truk bermuatan berat membutuhkan tiang pancang dengan spesifikasi tertentu. Setelah pembicaraan antara ahli Indonesia dengan ahli Jepang yang memakan waktu selama 2 tahun. Akhirnya ahli yang berasal dari Jepang meminta dilakukan pembongkaran. Lalu satu per satu tiang tersebut dibongkar dengan biaya dari kontraktornya, ujar Basuki.

Jalan Tol Akses Tanjung Priok ini merupakan bagian dari jalan tol Lingkar Luar Jakarta dan tersambung dengan jalan tol dalam kota yang akan menghubungkan lalu lintas dari luar Jakarta ke cawang, pluit, serta langsung ke pelabuhan.


Kementrian PUPR berencana akan menunjuk operator yang tepat sebagai pengelola atau pengurus jalan tol ini. Jalan Tol ini memiliki lima seksi yaitu seksi E-1 Rorotan - Cilincing sepanjang 3,4 kilometer, dan Seksi E-2 Cilincing - Jampea dengan panjang 2,74 kilometer.

Kemudian Seksi E-2A Cilincing - Simpang Jampea sepanjang 1,92 kilometer, NS Link Yos Sudarso - Simpang Jampea sepanjang 2,24 kilometer, dan NS Direct Ramp dengan panjang 1,1 kilometer. Untuk Seksi E-1 Rorotan - Cilincing sendiri telah rampung dan dioprasikan tanpa tarif sejak tahun 2011.


Pembangunan jalan Tol Akses Tanjung Priok ini memakan biaya sebesar 5 triliun, dengan perincian Rp 1 triliun untuk pembelian lahan dan Rp 4 triliun untuk kontruksi atau biaya pembangunannya.

Dalam pembangunan tersebut kontraktor pelaksana jalan Tol Akses Tanjung Priok terdiri dari kerja sama Oprasi (KSO) kontraktor Jepang dan Indonesia, yaitu SMCC- PT Hutama Karya, Kajima -PT Waskita Karya, Obayashi-PT Jaya Konstruksi, dan Tobishima-PT Wijaya Karya.

Oprasionalisasi keseluruhan seksi di jalan Tol Akses Tanjung Priok bisa dijalankan setelah dilakukan peresmian oleh Presiden Joko Widodo pada hari sabtu 15 April 2017.



============================================================================


Situs Judi Online Terpercaya

 Segera daftarkan diri anda di www.zonakasino.com
Minimal Deposit & Withdraw Rp. 50.000
Bonus Deposit New Member 10% | Bonus Cashback 10%

0 comments:

Post a Comment